PERKATAAN YANG TIDAK KITA SADARI
06.55 | Author: DID YOU KNOW??




Sadarilah, apakah Anda masih hidup saat ini? Ow jangan berpikir yang bukan2 dulu. Jawablah dulu pertanyaan ini. Seberapa sering Anda batal melakukan sesuatu hanya dikarenakan komentar temen2 Anda atau orang2 di dekat Anda? Mungkin sering. Itu “pembunuhan” namanya. Kalo sudah dibunuh artinya Anda otomatis mati tapi bukan secara fisik melaikan secara akal pikiran, ide dan kreatifitas.



Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebenarnya kerap melakukan rangkaian “pembunuhan” terhadap diri sendiri. Pisau tajam itu berbentuk ungkapan yang sepertinya biasa-biasa saja, padahal kejamnya luarbiasa. Simaklah beberapa contoh ungkapan di bawah ini.



Anda bilang: “Duh, susah amat…”


Orang lain bilang: “Sudahlah, lupakan masalah finance ini. Kamu pasti kesulitan, kan? Kita bicara masalah lain yang lebih enak buat kamu saja.”Kedengarannya baik hati sekali orang itu. Ungkapan itu membuat Anda benar-benar merasa kesulitan dengan masalah finance. Padahal, Anda hanya belum menemukan orang yang tepat, yang dapat menerangkannya dengan crystal clear.



Anda bilang: “Mana mungkin aku bisa…”


Orang lain bilang: “Ngapain sih, kamu ngurusin soal ini? Nanti malah berantakan, kacau balau.”Jangan langsung percaya pada omongan orang soal kemampuan Anda. Yang paling tahu apa yang Anda bisa adalah diri sendiri. Ganti kata “tidak mungkin bisa” dengan “belum bisa”. Kalau memang Anda tertarik pada masalah tertentu, pelajari saja. Biarkan orang lain “menggonggong”.



Anda bilang: “Aku kan, lemah di bidang itu...”


Orang lain bilang: “Anak IPS kok, mau ngomongin soal astronomi. Kamu kan, lebih jago ngomongin ekonomi.”Sekali lagi, tak seorang pun berhak menentukan siapa lemah di bidang apa. Kata siapa lulusan Sejarah hanya boleh tahu soal sejarah? Bukan tidak mungkin, dia juga menguasai prinsip dasar Fisika dan menyenanginya, kan? Jadi, jangan mengaku lemah, dan jangan mengiyakan tuduhan orang atas kelemahan itu.



Anda bilang: “Kenapa sih aku enggak pernah bisa nulis?”


Orang lain bilang: “Kamu perlu usaha ekstra keras untuk bisa punya novel. Tulisan kamu enggak enak dibaca.”Sekarang semua orang menulis. Jumlah blog ada jutaaan. Artinya, sebanyak itu pula penulis di dunia maya. Pasti lebih. Apakah semuanya profesional? No. Apakah semuanya berbakat? Absolutely no. Tapi, di mana ada mau, di situ ada bisa. Tidak ada yang instan di dunia ini. Semua perlu proses. Hari ini mungkin tulisan Anda tak enak dibaca. Memangnya tidak ada hari esok? Dan lusa? Kejarlah mimpi Anda untuk jadi penulis, dan buatlah novel. Buatlah orang lain terbelalak.



Mulai hari ini dan detik ini juga, jangan lagi lecehkan orang lain, apalagi diri sendiri. Tak perlu ada yang “mati” lagi hari ini, juga esok nanti. Selamat membuat hal besar!
This entry was posted on 06.55 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar:

NASEHAT UNTUK PARA PEMUDA